catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Celoteh tentang Senja

on June 7, 2012

Senja ini indah sepertimu. Menghadirkan rona di wajahmu, yang tak lekang meski malam tergesa menggantikan. Tak pernah bosan memunculkan debar hangat jantungku, bila binar muncul di matamu.

Langit seketika memerah karena cemburu, menyadari eloknya tersaingi olehmu. Sementara, semburatnya selalu berhasil memanggil rindu, lalu berkisah tentangmu. Senja ini, berbicara. Diam dan tenanglah, maka akan kaudengar ia bernarasi tentang kita. Meski bukan lewat kata-kata yang dikenal oleh bahasa.

Senja ini adalah simbol. Betapa yang sekejap seperti senja pun bisa sangat indah, dan bermakna sangat dalam. Begitu pula memori tentang kita. Yang selalu akan kupeluk dan kujaga.

Wahai Sang Maha Suci Pencipta Senja. Terbuaiku hanyut larut dalam puisi indahNya. Dengan awan jingga sebagai majasnya. Ijinkan aku memeluk senjaMu erat, sebagai ganti dirinya yang telah menghilang.

Maka, jika esok hari senja masih ada, aku percaya, ia akan tetap pertemukan kita, seperti hari-hari sebelumnya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: