catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Warna Merindu

on June 9, 2012

Kau pernah bertanya, beberapa tahun lalu, jika rindu itu berwarna, apa warnanya? Dan sambil lalu kujawab, mungkin merah, seperti warna cinta. Sebab rindu dan cinta senantiasa berjalan beriringan.

Tak pernah serius kupikirkan tentang tanyamu, hingga perjalananku sampai ke hari ini. Dan seandainya kau lontarkan lagi pertanyaan itu, akan kujawab dengan pasti, warna rindu adalah kelabu. Seperti mendungnya awan yang menyelimuti rona mentari, dan menyembunyikannya dari bumi. Seperti waktu, yang menyembunyikan kau dariku.

Dulu kukira, rindu itu indah. Sebab ia selalu bisa menghadirkan geletar kecil yang mengasyikkan. Detak jantung yang sedikit terpacu, saat yang dirindui muncul meski hanya dalam kalbu. Dan menjadikan menit-menit singgah terlalu lama, hingga hari pertemuan dengannya tiba.

Kini, aku mengenal bentuk rindu yang lain. Entah kenapa, rasanya perih. Seperti ngilu teriris sembilu. Begitu menyesak. Begitu mendesak. Pernah kuminta Tuhan untuk hapuskan kau saja dari pikiranku. Sebab, untuk apa kurindukan sesuatu yang tak bisa kutemui? Untuk apa kusiksa diri dengan menahan rindu, yang hanya bisa terjawab oleh waktu? Waktu yang terlalu angkuh untuk kubujuk, apalagi kucurangi, agar mempertemukan kita lagi dalam satu linimasa?

Kau pergi membawa cintaku, tapi tak kau bawa serta rinduku. Sehingga rindu ini akan tetap di situ, dan tetap kelabu. Hingga kita bisa menyatukan rinduku dan cintamu, di alam yang sama lagi.

Me @fdh_ayu on twitter!

Posted from WordPress for Android


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: