catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Perempatan Jalan

on June 22, 2012

Di perempatan jalan.
Aku bimbang karena tersesat.
Kupilih untuk introspeksi
Arah mana yang harus kutuju.

Di perempatan jalan.
Dengan penuh tuntutan ketidaksabaran.
Kautunjukkan peta terbaikmu.
Berkata kesanalah jalan itu kita tempuh.

Di perempatan jalan.
Aku tak sepaham.
Jalan itu belum tentu aman
Dan kau, belum tentu pula benar.
Sementara aku, telah tetapkan tujuan.

Di perempatan jalan.
Kau kesal bukan main.
Sembari merengek, tetap kausodorkan padaku peta itu.

Di perempatan jalan.
Kutepis tawaranmu.
Kusilakan kau ambil jalanmu
Seperti aku telah memilih jalanku.

Di perempatan jalan.
Cemberut bibirmu kiaskan maksudmu.
Marah seperti bocah dengan kehendak tak terpenuhi.
Aku diam, mencoba tak terpengaruhi.

Di perempatan jalan.
Kau mulai berteriak
Mengganggu orang sekitar
Sesumbar akan derita yang kau punya
Dan berfatwa akulah penyebabnya.

Di perempatan jalan.
Aku geram, tapi tetap diam.
Dalam hati berketetapan
Apapun yang kaulakukan, takkan berubah apa yang menjadi putusan.

Di perempatan jalan.
Kuucapkan selamat tinggal.
Pada aku dan kau, yang kini tak lagi saling pedulikan.

Me @fdh_ayu on twitter!

Posted from WordPress for Android


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: