catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Sebelum Pulang

on June 25, 2012

Aku menatap nanar segepok uang di tanganku. Kukeluarkan segenggam penuh perhiasan dari saku jaketku. Perasaan tak keruan menghinggapiku. Ini pertama kalinya. Dan aku berhasil.

Wajah Nabila malaikat kecilku terbayang di kepalaku. Nabila yang sakit demam selama berhari-hari. Lalu istriku yang tengah hamil tua, makin lemah menanti tanggal kelahiran yang kian dekat. Uang ini akan membantu. Aku bisa membawa Nabila berobat ke rumah sakit, sekaligus mendaftarkan kelahiran istriku. Agar ia dapat merasakan persalinan di dalam kamar bersalin yang nyaman, dipandu bidan yang profesional, tidak seperti kelahiran pertamanya dulu.

Uang ini akan kupinjam dulu. Nanti aku akan bekerja keras membanting tulang demi mengembalikannya. Bulan depan sudah mulai memasuki musim liburan. Semoga peruntunganku yang redup segera membaik, semoga lebih banyak orang yang memanfaatkan tenagaku untuk mengangkut barang mereka.

Buru-buru kujejalkan uang dan perhiasan itu dalam saku. Aku hanya akan meminjam sebentar, niatku. Sampai Nabilaku sembuh, istriku bersalin dengan aman dan calon bayiku lahir dengan selamat.

Aku sedang menyusuri trotoar malam itu, sesekali menengok mencari angkot yang lewat. Perutku keroncongan tapi kutahan, sebab aku hanya ingin cepat-cepat pulang. Lalu entah darimana datangnya, tiba-tiba beberapa orang polisi diikuti sekawanan massa dengan tatapan beringas berlari di belakangku.

“Itu malingnya, Pak!”

Tidak. Tidak sekarang. Nanti saja. Kumohon, setelah Nabila sembuh dan bayiku lahir..

Bayangan Nabila dengan kompres di dahinya dan istriku dengan perut buncitnya bergantian muncul di benakku. Lalu sekawanan orang-orang itu, yang mengejarku dengan buas. Seperti predator yang takkan menyerah memburu mangsanya. Tidak, aku tidak boleh tertangkap. Tidak setelah sejauh ini.

Dalam keadaan genting itu, sebuah nama yang selama ini demikian asing bagiku muncul begitu saja. Entah mengapa aku merasa hanya dia yang mampu membantuku saat ini. Tuhan. Kumohon tolonglah aku..

Aku terus berlari, sekuat tenagaku yang telah terkuras. Sebelum akhirnya, sebutir peluru melumpuhkanku.

Me @fdh_ayu on twitter!

Posted from WordPress for Android


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: