catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Bulan Pun Tak Selalu Purnama

on June 26, 2012

Gundah kian berserakan. Angin mendesir mengiring sunyi yang makin tak terperikan. Malam makin sepi, hanya peraduan tempat menggantung mimpi.

Bukankah bulan pun tak selalu purnama? Seperti hidup yang tak selalu sempurna. Seperti yang kita cecap seharian. Cerca dan murka kita lahap saja sebagai santapan.

Aku dan kau adalah makhluk terbuang. Terlindas oleh buas megapolitan. Tak terpihak oleh sesiapa. Hanya objek bualan mereka yang rakus ingin berkuasa.

Di sini, di tanah inilah. Saksi bisu kejayaan yang diteriakkan anak-anak setan. Panggung dari segala pertunjukan hitam yang dengan bangga dipertontonkan. Neraka kecil yang bertipu muslihat sebagai surga dunia.

Siapa yang peduli? Tidak seorangpun. Aku pun tidak. Aku hanya si kecil terseret arus pengasingan. Yang kutahu hanyalah mencari cara untuk bertahan. Sampai esok sore menjelang, sebelum purnama datang.

Marilah kita berenang-renang, bersama manusia-manusia lain, dalam lautan penuh keapatisan.

Me @fdh_ayu on twitter!

Posted from WordPress for Android


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: