catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Surat untuk Sahabat

on June 29, 2012

Sahabatku sayang,
Bagaimana kabarmu? Maafkan aku yang tiba-tiba saja terdorong untuk menulis surat ini, dan membuatmu harus meluangkan waktu untuk membacanya. Begini. Pagi tadi aku membongkar-bongkar gudang. Aku menemukan sebuah lukisan. Apa kau ingat? Itu lukisan langit senja yang pernah kita buat bersama. Lalu aku juga menemukan berlembar-lembar sajak dan puisi, sebagian tak terselesaikan. Dulu kau biasa mencipta lagu dari puisi buatanku. Lagu yang tak pernah terdengarkan, kecuali antara kita saja.

Sahabatku,
Ingatanku kembali terbang ke masa itu. Masa muda kita yang labil tapi menggelora. Masa di mana kita sering berdebat mengunggulkan band kesayangan masing-masing. Masa di mana kita sering tergoda untuk bolos dari kuliah yang membosankan demi makan sepiring siomay di kantin. Juga masa saat kita berjuang melakukan penelitian yang melelahkan dan menyita pikiran, dan kita bayar lunas dengan toga dan ijazah. Lalu masa-masa manisnya jatuh cinta dan pahitnya patah hati yang selalu kita lalui bersama.

Waktu begitu ringan bergulir. Hari berganti hari, kita makin sibuk dengan pekerjaan. Juga hal lain yang tak kalah menyita perhatian. Keluarga, pasangan, juga diri sendiri. Tak banyak lagi waktu tersisa. Hingga tanpa disadari, setahun telah terlewati tanpa kita pernah bertemu.

Satu tahun memang singkat. Tapi satu tahun juga cukup lama untuk membuat perubahan. Terlalu banyak kisah dan cerita untuk dibagi lewat pesan instan. Terlalu sulit menangkap emosi dan ekspresi hanya melalui percakapan telepon. Ah, kita seperti sepasang kekasih jarak jauh yang kesulitan mengatur waktu.

Sahabatku,
Meskipun banyak yang berganti seiring dinamika perubahan, aku ingin satu hal yang tetap sama. Persahabatan kita. Yang telah menempati ruang khusus di hatiku, dan tidak terganti oleh siapapun, sampai kapanpun. Jadi kurasa, kita memang harus sempatkan waktu untuk bertemu. Tentunya di sela-sela jadwal yang tak bisa direkonsiliasi itu.

Oya, bagaimana rencana kita untuk liburan bersama?

Peluk rindu untukmu, sahabat.

Me @fdh_ayu on twitter!

Posted from WordPress for Android


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: