catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Mati Rasa

on July 2, 2012

Aroma darah kental membanjir
Busuk tercampur buaian sampah
Menyeruak menembus tajam jeruji
Meluncur ke tenggorok
Lahirlah si kecil jahanam dari mulutnya
Panas, panas, panas

Kulit ari menjadi tembok
Nurani tak ubahnya sekerat daging
Dewa minum arak sampai mabuk
Jelata mati pilihannya
Ditimbun rawa lalu diam saja

Melawan tahbisan peran penjilat
Pikirkan urusan dan arisan
Aku mau mati rasa
Dingin tersentuh api neraka

Mainkan.
Aku tutup telinga
Tahu apa mereka?
Racun merembes, melebar, menyebar
Mengikat saraf-saraf kecil hingga seribu basa
Sudah kubilang, aku mati rasa

Me @fdh_ayu on twitter!

Posted from WordPress for Android


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: