catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Celoteh tentang Senja (2)

on July 7, 2012

Senja. Tak pernah berhenti menjadi sumber inspirasi para pujangga. Langitnya yang emas kemerahan, menyerupa prosa. Bercerita dalam larik-larik penuh metafora. Gurat awannya memainkan simfoni manja, membuat hempas kata-kata.

Ilmuwan berkata Higgs Boson adalah partikel Tuhan. Bagiku bukan. Partikel Tuhan adalah senja. Ia partikel yang kasat mata. Mengaguminya, mengagumiNya.

Kita duduk saja, nikmati senja. Dengan tatapan yang bertabrakan, berbicara tanpa suara. Dengan semu merah di belah pipimu yang serasikan warna senja. Dengan siluet pepohonan dan bebatuan kontraskan cakrawala. Sempurna.

Senja itu setia. Ia patuh kapan datang dan kapan pulang. Tak pernah menyengaja tiba lebih awal, atau tinggal lebih lama. Ia tunduk pada titah penciptanya.

Wahai sang pencinta. Bisakah kita seperti senja? Membisu dalam gelora, menyuarakan segala bahasa, konsisten dalam loyalita, kawan baik penyembuh nestapa.

Sudah sejak lama, aku jatuh cinta pada senja.

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: