catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Perbatasan Langit

on July 15, 2012

Gantung oleh nasib yang masih digenggam teka-teki. Masa depan masih nyaman dalam pelukan misteri. Berlari, meski entah apa yang dicari. Gelisah merayap di balik esok yang tak pasti.

Jalan ini mudah sekali ditelikung. Dikhianati harapan yang membumbung, direbut kepalsuan yang terselubung. Mega pun tak pernah nampak, sejak ia kecewa pada mendung.

Apa yang mereka tawarkan? Dunia yang seluas horison batasnya. Dengan segala kemungkinan dan ketidakmungkinan bercecer-cecer di tiap jengkalnya. Dan aku masih mendaki, menapaki ranjau-ranjau dan duri, yang bisa menusuk walau tak sampai mati.

Aku lakukan apa saja. Hati yang aku punya begitu berbahaya. Rentan tercerai-berai oleh segala macam peristiwa. Lantas ia kulindungi begitu rupa. Membuat tameng dan perisai tercanggih yang pernah ada. Demi sekeping jiwa agar tak makin merana.

Begitu banyak yang harus dikorbankan. Begitu mahal harga yang harus dibayarkan. Tak ada hati yang nyaman dalam ketidakpastian, kecuali yang telah beroleh keyakinan.

Seperti yakinnya perbatasan langit sore bahwa malam pasti akan datang.

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: