catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Elegi tentang Negeri

on July 19, 2012

Biar kukisahkan padamu sebuah elegi. Elegi tentang satu negeri. Negeri para penyembah duniawi.

Berkilah. Bertingkah. Berulah. Bersembunyi di balik tameng demokrasi. Padahal, para sekuleris yang beranarki. Entah apa yang mereka cari, dalam kesintingan hedonis mereka pilih solusi.

Di negeri itu, Tuhan hanya tempelan. Hanya di bibir sendiri, untuk jasad sendiri. Tidak sampai sedalam hati. Hanya dicari, bila perlu legitimasi. Itu pun dibongkar dan dipasang seenak jidat sendiri.

Topeng dijual mahal. Karena dicari dan dipakai nyaris seluruh penghuni. Mau topeng model apa dan motif bagaimana, semua ada. Lengkap. Agama? Ia hanya aksesori.

Ya. Mereka mengira telah mematikan Tuhan. Merasa terlalu perkasa untuk dikalahkan. Entah apa mereka menunggu bala balasan, atau untuk makin tenggelam dalam penyangkalan?

Ah, aku ingin pulang. Aku akan lalui panjang jalan kembali, meski melawan arus, sendiri. Atau, kau mau kawani aku?

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: