catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Pagi

on July 20, 2012

Aku menanti satu hari.
Di mana belai dan buai mencari kasih.
Makin padam selisih.
Ternyala karena tersadari.

Serasi.
Seperti kabut dan embun bertemu pada pagi.
Panas cepat menguap
Tersemilir tiupan dingin angin utara.
Inilah yang ditera dan dicinta
Oleh para perindu surga.

Beda tak mengapa.
Tak salah.
Tak pula laknat.
Mata hati tetap di jalurnya
Tetap saling merangkul
Seperti daun yang memeluk mesra tangkai
Yang turut serta menopang bunga.

Ricik gericik air telaga
Basahi jiwa yang dahaga
Sungkuri tanah
Temukan indah
Sesap manisnya ishlah.

Aku menanti satu pagi.
Ingin aku jadi saksi
Pertemuan kabut dan embun yang serasi
Di tangan pemimpin yang tak rugi.

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: