catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Tak Terhibur

on July 25, 2012

Di pelataran rumah
Isak belum reda
Memiuh-miuh hati, lantak
Padahal rumput sudah kaku tak bergerak
Bayu dan mega terang sudah lama pergi
Membawa sertaku
Tanpa pamit, apalagi pesan

Sedang apa?
Nyeri tak berwujud ditelan dan ditahan
Berapa harga yang harus ditanggung,
Akan kubayar
Demi uapkan bebanmu

Lampu-lampu padam
Pelita-pelita kelam
Masih, dan makin tersedan
Padahal jika kau didera, aku pun mati sedikit-sedikit
Pelan-pelan, sempit-sempit

Sejauh manapun aku merantau, akan selalu kutemukan senyummu saat aku pulang
Tapi hidup telah lama menggantinya
Dengan gundah
Ayolah,
Aku butuh lengkung bibirmu
Hadir lagi
Dan aku bertahan lagi

Yang tadinya bening, kini sayu
Kering, lalu layu
Di mana bisa kuinjeksikan semangat buatmu?
Ah.
Kau kian tak terhibur.

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: