catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Akulah

on July 31, 2012

Cinta adalah aku, yang menulis ulang kisahmu, saat catatanmu hangus, hilang terbuang.

Cinta adalah aku, yang rela menjadi jalan setapak untuk kaupijak, demi mencapai mata air yang kaucari.

Cinta adalah aku, yang bersedia terseret arus deras sungaimu, meski di hilir, kitapun menemui akhir.

Cinta adalah aku, yang gagal menghafal seluruh lirik, lalu bersenandung sumbang, tapi satu lagu telah tercipta karenamu.

Cinta adalah aku, yang bertepuk tangan dalam sunyi, tanpa bunyi, dalam ruang kedap suaramu.

Cinta adalah aku, yang seringkali gagap kueja, bukan lancar membaca, seperti yang kau pinta.

Cinta adalah aku, yang sederhananya menjadi obor penyulut jiwa. Bukan dusta, hanya rapalan doa demi doa.

Cinta adalah aku, yang segan berseru, tapi napas pun memburu, denyut tegas terpacu.

Cinta adalah aku, yang melayang, dirimu di jejauhan, hanya dengan kupandang.

Cinta adalah aku, yang ingin tersenyum, untuk mengganti tawamu, yang pernah sangat semu.

Cinta adalah aku, yang lesat luncur dari genggamanku,

Menyasar padamu.

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: