catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Kembali

on August 4, 2012

Tuhan,
Aku datang lagi.
Mengadukan getir yang kurasa.
Hanya Engkau tempatku tumpahkan gelisah.
Sebab manusia tak lain hanya tumpukan resah.

Tuhan,
Jiwaku runtuh.
Aku seperti gulita yang demikian merindukan pelita
Bak daun gersang yang mendamba air
Bagai kencana yang melaju tanpa kendali

Sudah demikian lama,
Aku masih meraba
Mencari cahaya di atas gelaran sajadah.

Aku tak tahu lagi apa yang kucari
Semua yang kukejar, berakhir semu.
Semua yang kubanggakan, habis dalam sekali seru.
Semua yang kuperjuangkan, berbalik melawanku.

Tuhan,
Aku sungguh iri.
Dengan mereka yang mampu menemukan kenikmatan dalam bermesra denganMu
Dengan mereka yang sanggup luruh, hanya dengan menyebut namaMu
Dan mereka, yang bangkit untuk menemuiMu saat dunia tersirap lelap
Munajat yang sungguh membuat lantak
Tapi di hadapan manusia,
Mereka lebih kokoh dari beton yang dingin.

Tuhan,
Cinta padaMu begitu besar.
Tapi cintaMu,
Lebih dari sekedar sempurna.
Tunjuki aku jalan kembali, Tuhan.
Aku tak ingin terlambat lagi.

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: