catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Seribu Bulan

on August 12, 2012

Itu sang rintik yang lama diidam gersang
Angin berhenti menghardik saat ia datang

Mentari mengalah, pancarannya tak leluasa
Ingin kudapati ia merekah secerah kelopak bunga

Surut, langkah akan surut
Ribut, sirna segala ribut

Sesuatu malam yang sepadan dengan seribu siklus sabit hingga purnama

Dan takkan hening mereka yang melangkah
Bila bening ganjaran akan mencercah

Kita sunyi diramut alam sepi
Kita lumat dilarut oleh pengingat
Kita layuh disundut rindu melumpuh
Kepada Sang Pemahat
Berbaiat

Seribu bulan
Tak pernah gagal memberi jawaban
Maka jika sampai pada suatu perniagaan
Kita terperosok rugi atau melesat peruntungan?

Seribu purnama begitu dekat
Imaji akan terang cahaya akan sangat lekat
Dalam jiwa mereka yang tak pernah penat
Mengejar, mendekat
Pada Sang Pemahat

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: