catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Pensiun

on August 14, 2012

Kita adalah penumpang dalam kereta yang melaju. Kita satu arah, tapi tidak satu tuju.

Perjalanan terakhirku, ternyata tidak menuju padamu. Padahal gerbongku telah tua, telah berakhir cerita.

Kau masih sibuk mengeja huruf-huruf mimpi, aku tak sabar ingin menepi. Kita punya visi, yang memaksa untuk direvisi.

Tahukah kau, ada kisah yang tercipta untuk terdera? Sebab bahagia, pun ternyata memiliki masa.

Tak perlu ayal sesal nan sentimental. Cukuplah ia layak untuk diarak dalam benak. Aku pernah berguna, dan sampai situ saja.

Dalam jeda suatu spasi, kita mencuat di antara kisi-kisi. Biarlah, meski aku hanya tempat bagimu singgah.

Dan kusilahkan kau, dengan segala retorika kebebasanmu, berlalu pergi tanpa aku menghalangi.

Aku merenta, entah bila entah di mana, kutinggalkan sebaris jejak penanda, bahwa aku pernah mengada.

Bukan, bukan di otak manusia, yang terlalu kilat melupa.

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: