catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Yang Tersisa

on September 8, 2012

Kusaksikan gumpalan asap rokok itu. Ada sebagian nyawamu lebur di sana.

Kuhirup aroma alkohol itu. Ada jejak-jejak neuronmu di sana.

Kulirik belati itu. Ada urat yang masih berdenyut di sana.

Kuraba udara itu. Ada separuh alammu mengawang tak penuh di sana.

Tak banyak yang tersisa dari deru deram pesta.

Kuantar kau pulang, tapi hanya sampai depan pintu neraka.

Habis itu aku lari langgang, setelah kupencet belnya.

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: