catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Sajak yang Bicara

on September 14, 2012

Aku ini sajakmu,
yang hadir pada asap di atas cangkir kopimu,
pada imajinasi yang kau tuju,
pada kertas-kertas usang yang ditumpahi satu titik rindu,
atau satu kelumit cinta palsu.

Aku tak mau lagi tinggal dalam benak
barang sejenak
lalu memukul-mukul otak.
Aku akan berontak.

Kini biar aku, dengan tinta pekat lagi getir,
yang akan menulismu, dan tegaskan bahwa engkau bukan martir.

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: