catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Pernikahan Impian

on September 24, 2012

Kicau burung dan cemerlang matahari datang lagi. Syukurlah. Aku masih diberi kesempatan untuk kembali merasakan hangatnya pagi. Meskipun, pada pagi-pagi sebelumnya, aku harus terbangun karena rasa sakit yang tak terkira di sekujur tubuhku. Rasa sakit yang mencubit-cubit sebelum akhirnya tenang kembali setelah ibu perawat datang dan menyuntikkan obat pengusir nyeri ke dalam selang infusku.

Tapi pagi ini nyeri itu tak kurasakan. Karena aku sangat bahagia. Aku akan menikah.

Ya. Menikah adalah impian para gadis, siapapun, dari manapun, dan usia berapapun dia. Termasuk gadis berusia sepuluh tahun seperti aku. Ya, ya, aku tahu. Memang belum waktunya, tapi bagi seorang penderita leukemia akut, tak ada jaminan aku masih punya banyak waktu. Maka, selagi aku masih punya kesempatan, aku meminta pada ayah ibuku, agar mereka mengijinkanku menikah. Karena menjadi pengantin yang cantik adalah angan-angan yang paling ingin kupenuhi sejak satu tahun silam.

Ayah dan ibuku malah tersedu saat aku mengatakan itu. Maka kukatakan pada mereka, ayah dan ibu janganlah menangis, karena aku pasti akan berdandan secantik mungkin, meski mustahil menutupi kepalaku yang botak dan wajahku yang pucat. Yah, pada akhirnya mereka berdua mengerti aku mungkin tak sanggup bertahan hingga dewasa, jadi mereka menyetujui aku menikah dengan sahabatku John, yang juga menderita penyakit yang sama denganku, dan dirawat di kamar di ujung bangsal sana.

Aku membayangkan, pesta nanti akan meriah sekali. Rumah sakit ini bisa menampung dua ratus pasien kanker yang selalu penuh setiap hari. Kupastikan mereka akan datang ke pernikahanku. Lalu, para dokter, perawat, dan semua orang yang bekerja di rumah sakit ini, mereka juga akan datang. Akan banyak sekali orang yang menyelamatiku, memuji gaunku, dan bertepuk tangan saat aku dan John mengiris kue pernikahan yang putih menjulang itu.

Aku harus bergegas. Ibu dan saudari-saudariku membantuku memakaikan makeup dan gaun. Aku tinggal memakai bando cantik berwarna pink dan berpita, dan.. Aku siap!

“Selamat ya, Mary, kau cantik sekali!”

“Pesta yang indah, Sayang..”

“Mary, ini sungguh pernikahan impian!”

“Kalau aku menikah, aku ingin memakai bando pink sepertimu juga. Boleh kan, Mary?”

Aku seperti melayang mendengar semua ucapan dan pujian itu. Acara itu berlangsung lebih meriah dari dugaanku. Gedung pertemuan di lantai dasar rumah sakit sudah disulap menjadi istana penuh bunga. Di mana-mana bertebaran bunga ros berwarna pink dan putih, dua warna favoritku. Kursi-kursi berselubung kain putih dan berjajar rapi. Para tamu memakai setelan jas dan gaun. Meski aku telah mengenal mereka, tapi tetap saja mereka terlihat berbeda. Mereka semua tersenyum. Tak ada yang bersedih. Indah sekali. Lalu kulihat John, yang menungguku dalam tuksedonya yang kebesaran. Ia terlihat lucu, tapi aku menyukainya.

Pagi ini, impian terbesarku telah terwujud. Senang sekali rasanya. Setelah ini, aku bisa pergi dengan tenang, karena aku telah melihat semua orang berbahagia di hari pernikahanku.

Aku bersyukur, Tuhan masih memberiku kesempatan untukku mewujudkan mimpi. Tak semua orang cukup beruntung mendapatkannya. Tuhan memang sayang sekali padaku. Terimakasih Tuhan, aku juga sangat menyayangiMu, dan keluargaku, dan para dokter dan perawat, dan mereka yang telah menolongku, menemaniku di saat-saat tersulit, memelukku di tengah serangan nyeri yang bertubi-tubi. Saat itu, kanker menjadi tak penting lagi. Maksudku, ayolah. Aku punya orang-orang yang kucintai dan mencintaiku, dan bagiku, itu sudah lebih dari cukup.

NB. Inspired from a true story

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: