catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Bongkar!

on October 3, 2012

Pagi ini, ibu saya meminta saya untuk mengumpulkan pakaian layak yang sudah tak terpakai untuk disumbangkan. Memang sudah menjadi kebiasaan kami untuk “bersih-bersih” lemari menjelang hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha. Saya pun melaksanakan perintah ibu dengan senang hati karena, jujur, saya sudah tidak tahan melihat ruwetnya lemari saya tapi selama ini saya masih terlalu malas untuk merapikan. Biasanya lemari itu hanya saya buka, saya perhatikan dari jarak satu meter, saya timbang-timbang apakah “keberantakanan” isinya sudah cukup nyeni atau belum, terus saya tutup lagi pintunya. Nggak jadi beres-beres.😀

Mulailah saya menyeleksi. Yang saya pilih pertama adalah baju-baju jaman kuliah yang tidak mungkin saya pakai lagi mengingat kesesuaian dengan usia. Lalu pakaian yang mulai kekecilan. Terakhir, pakaian yang masih bagus dan lumayan up to date tapi entah kenapa jarang saya pakai. Biasanya karena bahannya kurang nyaman atau potongannya kurang pas. Saya juga membongkar lemari tas saya (cewek, lemari baju pastinya terpisah dengan lemari tas dan lemari sepatu😛 ) dan menemukan tas sekolah dari jaman SMP! Saya sendiri heran, kok bisa tas-tas ini masih ada di sini. Tas-tas yang sudah lewat eranya itu juga saya sortir untuk disumbangkan. Semua pakaian dan tas yang lolos seleksi saya kumpulkan, dan inilah tiga besarnya😀 .

image

Kalau dipikir-pikir, membereskan lemari seperti yang barusan saya lakukan, mirip seperti menapaktilasi perjalanan hidup. Weleh, langsung berat bahasanya. Bukannya kenapa, sebab saat saya menyeleksi pakaian-pakaian itu, otak saya otomatis berusaha mengingat kembali dari mana baju itu berasal. Oh, baju ini dulu saya beli sendiri, hasil nabung lumayan lama nih. Baju yang itu dibelikan orangtua. Yang satu itu, oleh-oleh saudara atau teman. Baju yang saya beli sendiri mengingatkan saya bahwa saya pernah berjuang demi mendapatkan sesuatu yang saya idamkan dan ternyata saya berhasil mendapatkannya. Baju pemberian orangtua, kakak ataupun teman membuat saya bersyukur memiliki orang-orang terdekat yang cukup care dengan saya. Terutama orangtua, yang rela merogoh saku lebih dalam demi membuat anaknya tampil layak. Memang tidak semuanya mahal, banyak malah yang murah, tapi niat di balik pemberian itulah yang penting buat saya. Duh, jadi terharu.

Saat membongkar lemari, saya juga menemukan barang-barang yang sudah lama saya cari dan, karena tak kunjung ketemu, saya anggap sudah hilang. Ternyata ketemunya juga nggak jauh-jauh, di situ-situ juga. Kenapa saya dulu nyarinya kok sampai jungkir balik dan nggak ketemu juga ya?

Saya jadi berpikir pula (kebanyakan mikir yah saya?), apa yang baru saya alami adalah pengibaratan atas hidup juga. Seperti perjalanan hidup yang sudah kita tempuh sejauh ini, membawa kita sampai di titik ini. Mungkin kita saat ini sedang kehilangan sesuatu yang kita yakini takkan kita dapatkan lagi. Misalnya kegagalan dalam pekerjaan atau usaha, hubungan yang kandas, kehilangan percaya diri, atau mendadak merasa ragu. Biasanya kita akan jungkir balik mencari penyebab eksternal dari masalah yang kita hadapi. Sederhananya, menyalahkan orang lain atas ketidakberuntungan kita sekarang. Pada akhirnya, tetap saja kesalahan yang kita cari itu tidak ada dan kita tetap tidak puas. Nah, mungkin yang perlu kita lakukan adalah sejenak berhenti, membongkar memori akan printilan kejadian demi kejadian di masa lalu, mencari penyebabnya dalam “lemari” kita sendiri. Cari, cari terus sampai ke dasar. Dari situ, mungkin akan kita temukan sesuatu. Sesuatu itu, bisa jadi berupa rencana usang yang bisa diperbarui lalu dijalankan. Atau membuat strategi baru. Atau menata kembali hati dan pikiran. Apapun, yang bisa dijadikan pengajaran untuk menghadapi masa depan.

Saya sudah demikian melantur ya? Ya sudah, saya akhiri saja. Mumpung lagi pas (atau dipas-pasin), ijinkan saya mengutip kata bang Iwan Fals di sebuah iklan kopi,

“Bongkar!”

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: