catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Adegan Cinta Generik dalam K-Drama

on October 11, 2012

image

Saya bukan penggemar drama seri korea yang sejati. Saya hanya pernah menonton beberapa judul, itu pun biasanya karena sedang tayang di televisi. Itu pun jika menurut saya jalan ceritanya cukup menarik untuk ditonton.

Di semua drama seri korea (atau yang sering disebut K-drama) yang pernah saya tonton, hampir pasti terkandung kisah cinta di dalamnya. Dan entah kenapa saya merasa kisah cinta di kebanyakan K-drama sering kali berkutat dalam cinta segi empat yang generik. A dan B adalah tokoh utama. A dicintai oleh C, tapi A telanjur jatuh cinta pada B meski kelakuannya menyebalkan, dan biasanya B sudah mencintai D tapi tak digubris oleh D sebab ia masih ingin mengejar impiannya. Tapi D mulai kehilangan perhatian dari B sejak B dekat dengan A, dan mulai berusaha mendapatkan B kembali. Jadi ada C dan D yang tidak ingin A dan B bersatu. Lalu mereka mulai mengatur strategi, mulai dari yang cukup gentle sampai yang licik, tapi percayalah, cinta sejati selalu menang. Tsaah. Tidak semua K-drama begini sih, tapi kayaknya ada lebih dari satulah yang mengusung formula semacam ini.

Selain itu, ada lagi adegan generik yang umum sekali muncul di K-drama. Saking umumnya, atau mungkin karena saking mewabahnya Hallyu atau Korean wave di seluruh dunia, adegan ini juga banyak ditiru oleh serial dari negara lain. Indonesia? Jelas nggak mau kalah dong soal tiru-meniru ini.

Contoh adegan generik yang hampir pasti selalu ditemukan dalam setiap kisah cinta dalam drama seri korea (setidaknya yang pernah saya tonton) itu misalnya seperti di bawah ini.

1. Adegan mengobati luka

Sang pemeran utama pria terluka (kalau prianya orang baik-baik biasanya karena jatuh, kalau prianya bad boy biasanya karena berantem). Berdarah-darah gitu dari hidung dan ujung bibir. Variasinya, bisa di tangan atau tempat lain. Si wanita awalnya cuek, tapi lama-lama nggak tega lalu mengobati lukanya. Terus pandangan mata mereka bersirobok (ceilah bahasanya. Ketauan deh umurnya). Kadang berlanjut dengan kiss, kadang nggak.

2. Adegan “ketlisipan”

Ketlisipan itu bahasa Jawa, saya nggak tahu apa kosakata yang tepat dalam Bahasa Indonesia. Ketlisipan itu seperti dua pihak yang sebenarnya berada dalam jarak yang cukup dekat, tapi somehow mereka tidak benar-benar bertemu. Misalnya. Si wanita dan si pria sudah lama tidak bertemu dan saling mencari, lalu tiba-tiba mereka berada di jalan yang sama, mereka berjalan berlawanan arah di sisi yang berbeda. Pemirsa pasti berharap mereka akan bertemu, tapi sayangnya perhatian salah satu atau keduanya akan teralihkan oleh panggilan telepon atau semacamnya. Dan momen itu pun terlewatkan begitu saja. Bikin gemes.

3. Adegan menyatakan cinta di depan pers atau tempat umum

Kalau tokoh utama prianya digambarkan cukup berpengaruh di Korea, entah itu aktor, pangeran, putra pejabat penting atau eksekutif muda yang smart dan terkenal, maka adegan ini biasanya ada. Sang pria akan menyatakan cinta di hadapan pers atau di tempat umum, lalu pers akan menyiarkannya di media cetak dan elektronik. Memang. Saat dua orang saling jatuh cinta, seluruh dunia harus tahu, bukan?

4. Adegan memasak untuk pasangan

Alkisah salah satu dari mereka, bisa pria bisa wanita, jatuh sakit, lalu pasangannya memasakkan bubur, sup atau makanan lain. Yang dimasakkan jadi senang dan pulih kembali dengan cepat. Ah, nggak ada yang lebih so sweet dari ini memang.

5. Adegan jealous

Biasanya awalnya si wanita jalan bareng atau ngobrol akrab dengan pria yang menyukainya, tapi sang wanita hanya menganggapnya sebagai sahabat (Selamat datang di area friendzone!). Si tokoh utama pria akan merasa sedikit cemburu tapi berusaha menyembunyikan karena masih menyangkal perasaan aneh yang mulai tumbuh itu (maafkan diksi saya yang cheesy ini). Tapi si pria nggak bisa benar-benar menyembunyikannya, akhirnya dia jadi marah-marah nggak jelas. Ujung-ujungnya berantem sama si wanita. Tapi cepet baikan lagi. Namanya juga cinta. Ceilah.

Mmm, apa lagi ya? Kayaknya dulu pernah kepikiran banyak deh. Tapi jadi pada lupa gini. Ya udahlah, lima aja ya. O iya, saya nulis gini bukan mau nyinyir kok soal K-drama, sebab saya tahu K-drama masih jauh mending daripada I-drama (if you know what I mean). Paling nggak masih terlihat kalau serial drama korea digarap dengan cukup serius. Aktingnya lebih dari sekedar pelotot sana pelotot sini. Variasi kisahnya banyak. Ceritanya scripted sejak awal, jadinya nggak ada tuh episode yang dipanjang-panjangkan, sampai tujuh season pula. Nggak kayak.. Ah, sudahlah.

Maaf ya buat yang udah telanjur baca post ini dan ngebatin, ‘ini tulisan nggak mutu amat sik!’. Yah, namanya juga hasil analisis yang tumpul dan (bisa jadi) sangat tidak akurat. Semoga nggak dianggap nyampah. Peace ya? v^^

Thanks for reading!


2 responses to “Adegan Cinta Generik dalam K-Drama

  1. lia says:

    LOL

    tp tetep…Janggem is the best…yihaa
    *sambil nari Gangnam Style*

  2. fdhayu says:

    Huehehehe😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: