catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Pencitraan

on October 25, 2012

image

Jaman sekarang, pencitraan itu nomor satu.



Sebenarnya citra itu adalah sesuatu yang telah melekat pada diri kita sebagai refleksi dari apa yang kita katakan dan lakukan. Citra terbentuk dengan sendirinya. Beberapa orang, akhir-akhir ini sepertinya semakin banyak, demi tujuan tertentu berupaya untuk memoles citra itu hingga terlihat lebih mentereng dan kinclong dari yang seharusnya. Dan terkadang, ada yang bertindak terlalu jauh.

Sah-sah saja sebenarnya. Pencitraan adalah hak setiap orang. Dan tiap manusia tentu ingin terlihat sempurna di mata orang lain. Tapi jika pencitraan itu terlalu jauh melampaui sikap aslinya, tidakkah itu justru akan menguarkan kesan dalam tanda kutip, munafik? Karena apa yang ditampilkan sama sekali berbeda dengan yang dilakukan. Saya contohkan, laki-laki yang atas nama pencitraan sebagai orang alim, mengatakan “pria sejati tak akan mengumbar cinta kepada sang gadis sebelum ia menikahinya”, sementara dia sendiri masih berkubang dalam aktivitas pacaran. Mengapa dia menyarankan sesuatu yang tidak dia terapkan pada diri sendiri? Atau, mungkin dia sedang mengakui bahwa dia bukanlah pria sejati?

Saya juga melihat tujuan pencitraan yang bermacam-macam. Mulai dari yang penting sampai yang kurang penting. Yang penting misalnya pencitraan yang dilakukan sebuah perusahaan untuk mendongkrak pemasaran. Yang tidak penting misalnya, presiden yang menerus berkata, “Saya berdiri di garda depan dalam pemberantasan korupsi!” demi pencitraan, tapi banyak kasus korupsi dibiarkan melempem dan tidak ditindaklanjuti. Atau yang lebih tidak penting lagi, tapi awam terjadi di dunia media sosial, pencitraan lewat pembaruan status demi mendapat banyak like atau retweet. Dangkal? Silakan tafsir sendiri.

Saya memikirkan masalah ini sejak sesorean kemarin. Secara kebetulan saya menonton sebuah talkshow di televisi tadi malam, yang juga membahas tentang pencitraan. Bintang tamunya Denny Indrayana, ketua tim sukses Jokowi-Basuki, dan Ippho Santosa, pengusaha, motivator dan penulis buku. Denny mengatakan, citra sebaiknya tidak ditampilkan jika pemiliknya belum siap. Karena jika dipaksakan akan berdampak kurang baik bagi yang bersangkutan. Mirip seperti “star syndrome” pada artis yang mendadak tenar di usia belia dalam kondisi psikologis yang belum mantap benar.

Sementara Ippho menyatakan, impact haruslah lebih besar dari image. Dampak dari pencitraan harus lebih besar dari citra itu sendiri. Untuk mendapat dampak yang lebih besar dari citra, perbaikan harus dilakukan dari dalam. Dengan kata lain, perbagus diri, bukan perbagus citra. Perbaiki sifat dan sikap dari dalam hati, bukan hanya untuk memoles citra, melainkan karena memang berniat memperbaiki diri. Jika lingkupnya sebuah perusahaan, perbaiki produknya dahulu sebelum melakukan promosi yang melambung tinggi.

Ah. Semoga saya hanya berburuk sangka. Semoga yang saya contohkan tadi hanya sedang berniat memperbaiki diri. Sebab kasus seperti ini saya lihat mulai jamak terjadi. Mulai banyak orang lebih mengkhawatirkan citranya jatuh di hadapan manusia, daripada di hadapan Dia Yang Maha Melihat. Saya hanya benar-benar berharap, semoga Tuhan ampuni saya jika saya hanya berburuk sangka. Tapi jika persangkaan saya benar, masih ada waktu untuk kita semua memperbaiki diri. Bukan memperbaiki citra.

Thanks for reading!


2 responses to “Pencitraan

  1. ~Ra says:

    Tks for writing.🙂 Sempet sekilas lihat acara itu, tapi nggak ngikutin. Mendingan nonton spongebob deh.. 😀

  2. Hehehe.. Nonton juga karena lagi pas sama yg ada di pikiran..🙂
    Thanks for reading..😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: