catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

A Birthday Note

on October 29, 2012

image

Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah, ternyata saya masih diberi umur untuk merasakan pagi hari di tanggal 29 Oktober 2012, tepat dengan hari ulang tahun saya yang ke 26. Baiklah, jadi saya sudah melampaui usia pertengahan dua puluhan. Bukan lagi usia remaja. Bukan lagi masuk kategori dewasa muda. Dengan usia 26 tahun, (seharusnya) saya sudah benar-benar dewasa.

Saya merasa, belum banyak yang sudah saya lakukan. Seperti tahun-tahun sebelumnya saat berulang tahun, tahun ini pun saya berpikir, “Saya ngapain aja sih selama ini? Kok rasanya sedikit sekali pencapaian saya, sementara jatah umur terus berkurang..” Sebagai bahan untuk introspeksi dan evaluasi diri.

Bersyukur sekali kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas anugerah kesehatan yang saya terima. Alhamdulillah saya jarang sekali sakit, bahkan asma saya tidak kambuh sama sekali🙂. Tapi saya merasa sedih terkadang, sebab kesehatan saya itu masih sedikit saya manfaatkan untuk melakukan hal yang berguna.

Kalau dihitung satu persatu berkah yang saya telah terima, tentunya tidak akan selesai. Life is never flat, even for a very ordinary person like me. Dunia itu indah dengan segala jebakannya, hidup itu nikmat dengan segala tantangannya. Saya hidupkan hidup dengan segala kebodohan dan kesalahan saya. Kalau memang kebodohan dan kesalahan itu mampu menghantarkan kebaikan buat saya, kenapa tidak?

Tentunya masih banyak impian saya yang belum tercapai. Memang ada beberapa perubahan dalam hidup saya, yang mengubah visi dan misi saya dalam menjalani hidup. Sekarang saya menjalani hidup dengan visi yang baru. Dengan definisi yang baru tentang sukses. Karena definisi sukses itu berbeda bagi setiap orang. Bagi saya sekarang, sukses adalah mampu melibatkan Tuhan dalam setiap langkah yang saya pijak, setiap pilihan yang saya buat. Saya ingin menyertakan Tuhan dalam tiap detik sisa usia saya, dan menjadikannya berharga. Bagi saya itu bukan hal yang mudah, karena saya sering lupa diri, seperti kacang yang tak hanya lupa pada kulitnya, tapi juga pada pohonnya. Ego masih sering mengambil alih.

Banyak permintaan yang saya panjatkan. Bahkan panjang sekali daftarnya. Tapi semua itu hanya mengerucut pada satu hal. Semoga usia saya membawa kemanfaatan bagi sesama.

Itu saja.

Terimakasih, Tuhan. Atas semuanya.

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: