catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Debu, Pasir dan Lawan Kata

on October 31, 2012

Hatiku sebutir zarah langit
Melayang-layang dalam orbit
Tak berarah demi menunggu saatmu terbit

Maka,
Apa yang diharap debu kosmik
Dari meteor yang berpijar,
Yang membakar,
Dengan terik?

Dan cinta, bukanlah musuh bagi benci

Nyawaku sebutir pasir
Menempel erat pada tapakmu menyisir
Momen permata sebelum kautawankanku pada pesisir

Maka,
Apa yang diharapkan halus kersik
Pada karang yang beraral,
Yang pejal,
Tanpa usik?

Dan cinta, adalah seteru untuk sikap tak peduli

Lawan kata
Kusangka itulah kita

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: