catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Candi

on November 19, 2012

Di sini, setahun yang lalu. Kita berlomba menaiki susunan rapi anak-anak tangga. Tangan-tangan kita menyusuri detil pelik tiap relief dan diorama. Lalu terulur saat berupaya menyentuh patung raja dalam stupa, yang katanya akan mengabul segala pinta. Meski tak sepenuhnya percaya, aku  membisikkannya; semoga kita selamanya.

Di sini, setahun yang lalu. Kita terus berjalan, mengelilingi kompleks bangunan batu warisan peradaban. Kita tak peduli akan sengatan matahari yang menyilaukan. Aku masih ingat betul, kita pulang dengan kulit gosong melegam. Tapi wajahmu tetap meneduhkan.

Di sini, setahun yang lalu. Kau mendesah kelelahan, meminta berhenti sejenak. Sikap usilku kambuh, kusembunyikan botol minummu. Kau ngambek dan memasang bibir cemberut. Tapi di mataku, cantikmu malah makin berpendaran.

Di sini, setahun yang lalu. Kita pulang menjelang senja. Menikmati jatuhnya siluet candi di atas rerumputan. Kaubilang ini semua sungguh indah. Kukatakan, senyummu membuat semua ratusan kali lebih mengagumkan.

Betapa banyak yang berubah dalam tiga ratus enam puluh lima hari.

Di sini, hari ini. Aku berdiri lagi denganmu di sisi, tapi hanya dalam memori. Pintaku saat menyentuh patung dalam stupa, Tuhan mengabulkannya. Kita adalah untuk selamanya, hanya dalam wujud yang tak lagi sama.

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: