catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Forgiven, but Not Forgotten

on December 30, 2012

Forgiven, but not forgotten.

Dimaafkan, tapi tidak dilupakan.

Mengapa?

Bukankah memaafkan, salah satu akibatnya adalah melupakan bahwa yang meminta maaf pernah melakukan kesalahan?

Dan bukankah memaafkan, berarti menerima bahwa masa lalu tak mungkin bisa diperbaiki, pun diulang?

Pada saat kita memaafkan, sudah seharusnya pula kita melupakan.

Bukan karena besar kecilnya kesalahan,

Bukan pula karena lapang sempitnya perasaan,

Tapi karena kita sepenuhnya paham bahwa khilaf adalah salah satu sifat kemanusiaan.

Atau karena kita mengerti, beberapa orang memang hadir dalam hidup kita untuk menjadi pengajaran.

Mungkin ajaran itulah, yang harus tetap ada dalam genggaman.

Forgiven, forgotten, and well-learned.

Mungkin, frasa ini lebih tepat sasaran.

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: