catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Perginya

on January 6, 2013

Ke mana perginya puisi-puisi itu?
Yang terlontar saat hujan membetik pelan namamu
Yang terlantun di antara petikan nada-nada sumbang
Dari gitar usang pemberianmu

Ke mana perginya puisi-puisi itu?
Saat kenangan berkemas dalam pusara
Yang muncrat darah segar saat kau tukas tegas dua kata,
Selamat tinggal.

Ke mana perginya puisi-puisi itu?
Yang kurangkai satu-satu bersama luka
Yang kugenangi dengan danau air mata
Hingga tak sanggup lagi kucoretkan pena

Ke mana perginya puisi-puisi itu?
Yang malas kuberi judul
Karena kata hanya seonggok alfabet kosong
Tanpa kamu memaknainya

Ke mana perginya puisi-puisi itu?
Akankah ia ikut terbang bersama burung layang-layang di kala senja
Yang menyongsong tegar cakrawala?

Pergilah, puisi-puisiku
Pergilah menyerta duka dan nestapaku

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: