catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Diary

on January 13, 2013

Mengapa manusia menulis diary?

Benarkah agar semua orang tahu apa yang dirasakannya?

Apalagi diary jaman sekarang sudah berpindah dari buku tebal bergembok penuh rahasia ke facebook, twitter atau blog. Semua boleh baca. Dunia boleh tahu.

Adakah alasan lain?

Yang jelas, saya sering menuliskan momen-momen hidup saya. Mulai dari hal-hal besar, sampai kejadian kecil yang tak terlihat penting. Mulai dari peristiwa yang menggemparkan, sampai sebagian hal unik dari rutinitas saya. Mulai dari yang membahagiakan, sampai yang menggalaukan. Bukan untuk diketahui banyak orang, tapi agar momen itu tak terlewat begitu saja, tapi bisa mengabadi lewat tulisan.

Karena saya yakin, sebuah tulisan lebih bermakna dari seribu ingatan.

Bukan hanya sekedar meluapkan perasaan, tapi bagaimana supaya pembaca tulisan itu bisa mengambil hikmah yang besar.

Mengingatlah, maka kau akan lupa. Menulislah, maka anak cucumu akan ingat.

Wariskan, wariskan kepada keturunan kita tulisan yang berharga (tentu bukan sekedar tulisan keluh kesah), dan nama kita akan hidup lebih lama dari usia kita.

Mengeluh, semua orang bisa.

Memproyeksikan keluhan itu ke dalam tulisan yang menyarikan sejuta makna, hanya penulis yang mampu melakukannya.

Semoga saya bisa.

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: