catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Sang Pembantai Dracula – Orhan Basarab

on January 18, 2013

Apa yang kamu ketahui tentang Dracula? Sesosok vampir penghisap darah yang mati bila dibasmi dengan salib dan bawang putih? Jika iya, maka (menurut buku ini) kamu adalah salah satu dari sekian banyak orang yang telah terhasut oleh propaganda Barat. Lho, kok bisa?

Ada satu fakta sejarah tentang Perang Salib yang selama ini ditutupi dan dibelokkan. Yakni sejarah tentang seorang raja bernama Dracula. Alkisah Dracula adalah putra mahkota kerajaan Wallacea yang dahulu sudah ditaklukkan oleh pasukan Islam. Sebagai tanda tunduknya sang ayah, Dracula dikirimkan ke Turki untuk belajar Islam. Tapi, mungkin sudah tertanam bibit-bibit psycho dalam dirinya, Dracula justru tumbuh menjadi sosok yang kejam dan suka menyiksa binatang. Sampai saat ia menjadi raja, saat itu bebarengan dengan masa Perang Salib, Dracula melampiaskan hasrat kejamnya dengan membantai ratusan ribu umat muslim dengan cara yang benar-benar di luar kemanusiaan. Disula, dibakar, direbus, dikuliti. Ia suka membunuh pelan-pelan dengan cara yang menyakitkan. Karena telah membantai banyak kaum muslim inilah, maka Dracula dianggap sebagai pahlawan Perang Salib oleh umat Kristen.

Yang tidak banyak diketahui orang adalah, Dracula mati di tangan pasukan Islam yang saat itu dipimpin oleh Mehmed II alias Muhammad Al Fatih, yang sebelumnya sudah menaklukkan Konstantinopel dengan gagah berani. Dracula mati dipenggal kepalanya oleh tentara Islam. Fakta ini jarang sekali disebutkan oleh para ahli sejarah Barat. Yang disebarluaskan justru mitos bahwa Dracula adalah makhluk penghisap darah seperti yang dikisahkan oleh Bram Stoker, sampai akhirnya sosok Dracula mendunia saat ini. Tujuan Barat melestarikan nama pahlawannya, meskipun lewat mitos yang tidak jelas kebenarannya, nampaknya berhasil. Sosok Muhammad Al Fatih dan para tentaranya yang telah menghabisi hidup Dracula nyaris tak pernah disebut-sebut.

Orhan Basarab menulis, kisah Dracula ini hanya satu dari sekian banyak fakta sejarah yang dipelintir oleh Barat. Dengan halus Barat merusak ketahanan umat muslim dengan topeng demokrasi, kesetaraan HAM, yang sebenarnya adalah sekulerisme dan liberalisme yang akan menghancurkan peradaban dunia. Barat mencitrakan dirinya sebagai penegak demokrasi, dan mencitrakan muslim yang memegang teguh ajarannya sebagai ekstremis dan teroris yang mengancam keselamatan dunia. Produk-produk Barat dibuat terlihat keren, produk-produk Timur dianggap ketinggalan jaman, hingga yang terjadi adalah umat Islam yang meniru orang Barat, yang tidak bangga dengan identitas Islamnya sendiri.

Sebagai muslim, kita harus lebih bijak menghadapi serangan diam-diam ini. Jangan mudah tertipu dengan “kemasan” ala Barat. Islam telah mengatur setiap aspek kehidupan dengan sangat teliti dan sempurna. Menjadi muslim yang kaaffah, itu solusi satu-satunya. Kembali ke Alquran dan Hadits, itu jalan satu-satunya.

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: