catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Tulisan-tulisan di Masa Lalu

on January 18, 2013

Tanpa sengaja, saat sedang membongkar “kotak harta karun”, tempat saya menyimpan benda-benda yang tak lagi terpakai tapi masih sayang untuk dibuang, saya menemukan tulisan-tulisan saya di masa lalu yang saya tulis dalam buku catatan kecil. Seperti nama blog ini, hehehe. Ingin saya pindahkan tulisan ini dalam blog, sekedar pengingat bahwa saya (pernah, dan masih) norak.

Berikut ini sebagian di antaranya.

Matter Doesn’t Always Matter (30 Maret 2011)

Materi, terkadang bukan sesuatu yang terpenting. Selain materi, terlalu banyak hal dalam hidup kita untuk disyukuri. Hanya saja, di dunia yang makin materialis ini, bersyukur dan berterima kasih sering kali terlupakan. Sering kita lupa untuk berbagi, padahal berbagi adalah tanda syukur kita kepada Tuhan. Kita terus saja mengejar materi, meskipun kita tahu materi takkan pernah memuaskan kita. Kebahagiaanlah yang akan memuaskan kita, dan kita hanya bisa bahagia bila kita tahu cara bersyukur.

Sotoy abis..

Hello and Goodbye (31 Maret 2011)

Setiap yang bertemu pasti akan berpisah. Namun setiap perpisahan pasti mengandung arti, apakah setelah berpisah kita mampu menambah value dalam hidup. Perpisahan bukan selalu berarti buruk dan sedih. Akan lebih baik dan membahagiakan bila kita memandang perpisahan sebagai momen untuk merayakan pertemuan kita dan seberapa banyak kita berubah semenjak pertemuan itu. Nilai dari itu semua adalah lebih berharga untuk kita bawa dalam hidup ketimbang memandang perpisahan sebagai suatu yang menyengsarakan.

Tulisan ini ditulis saat saya sedang galau karena berpisah dengan salah seorang sahabat yang kembali ke kampung halaman..

Tanpa Judul (2 April 2011)

Memasuki tempat kerja yang baru selalu jadi hal yang menyenangkan sekaligus menakutkan buatku. Seperti anak kecil yang senang sekaligus gugup menghadapi hari pertamanya di sekolah. Tapi yang jelas, masa-masa indah dipenuhinya semua kebutuhan kita oleh orang tua, telah lewat. Sekarang saatnya menjadi dewasa, merasakan kerasnya perjuangan mendapatkan rizki, mempertanggungjawabkan setiap sen yang kita keluarkan dan menyimpan untuk masa depan. Harus semangat, bekerja tak boleh malas. No pain no gain! Sehat selalu supaya bisa cari rizki sebanyak-banyaknya. SEMUANGAAATT!!

Oh yeah. Mempertahankan semangat agar selalu prima memang tidak mudah.

Itu saja dulu lah. Yang lain panjang-panjang. Capek juga ngetiknya :p

Baca-baca lagi tulisan jaman dulu memang lucu. Tak jarang muncul dalam benak, “Astaga, benarkah aku dulu senorak ini?” atau, “Ini kenapa tata bahasanya berantakan gini?” yang kadang membuat saya tertawa sendiri. Mudah-mudahan, menertawakan kesalahan di masa lalu bisa menjadi penanda bahwa kualitas diri kita makin membaik. Dan semoga, saya di masa depan, masih bisa menertawakan diri saya di masa kini.

Keep writing!🙂

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: