catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Two Kisses for Maddy – Matt Logelin

on January 26, 2013

“A Memoir of Loss and Love”, itulah tagline dari blog milik Matt Logelin. Pada 24 Maret 2008, hidup Matt dan Liz istrinya menjadi sempurna berkat kelahiran putri mungil mereka, Madeline. Tapi tak sampai dua puluh tujuh jam kemudian, euforia itu berubah menjadi kedukaan mendalam saat Liz harus meninggal dunia karena emboli paru, bahkan sebelum ia sempat memeluk putri yang baru saja dilahirkannya.

Menjadi suami yang ditinggalkan istri sekaligus ayah tunggal atas bayi yang baru lahir tentu sangat berat bagi Matt. Di tengah gelombang kedukaan dan kenangan, ia memaksa bangkit demi putrinya. Ia mencurahkan kesedihannya lewat blog. Tulisannya dengan cepat menuai reaksi. Dan Matt segera menemukan bahwa ia memiliki sistem pendukung yang solid; selain keluarga dan teman-teman dekat, juga para pembaca setia blognya; dan menyadari bahwa itulah yang paling dibutuhkan seseorang yang tengah berduka. Dukungan.

Tidak hanya dukungan psikologis, dukungan material juga mengalir. Meskipun di banyak momen Matt selalu menangis karena teringat istri yang sangat dicintainya, dan di banyak momen Matt hanya ingin menutup diri dan meratapi nasib, tapi karena Madeline, Matt terus berjuang untuk bertahan.

Agar Madeline mengenal ibunya yang tak pernah ditemuinya, Matt sering membawa Maddy, panggilan sayang Madeline, berkeliling dunia mengunjungi tempat-tempat yang pernah dikunjunginya bersama Liz. Ia melakukan hal-hal yang sekiranya dilakukan Liz bersama Maddy jika ia masih hidup. Semua itu Matt lakukan agar kenangan tentang Liz tetap utuh meski waktu terus berjalan. Walaupun dengan melakukan itu, ia harus berjuang melawan terpaan bayang masa lalu yang pernah dilaluinya bersama Liz, dan menangisinya.

Setiap orang punya cara sendiri untuk berduka. Menurut pengalaman Matt, salah satu cara itu adalah dengan mencari komunitas untuk menemukan dukungan, dan memanfaatkan komunitas itu untuk membantu orang lain yang juga membutuhkan bantuan.

Memang, di saat-saat kita paling butuh ditolong, saat itulah kita justru harus menolong.

Karena, itulah bagian dari proses penyembuhan.

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: