catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Mencintaimu

on February 10, 2013

Aku mencintaimu, tapi aku tak akan mengungkapkannya, sampai halal bagiku untuk melakukannya. Aku hanya akan berserah padanya yang maha menggenggam hatiku, juga hatimu, untuk menuliskan bagaimana kelanjutan kisah kita berdua. Sebab, aku percaya, dialah sebaik-baik penyusun cerita.

Aku mencintaimu, tapi hanya sebatas kurasakan saja, tidak lebih. Tidak boleh lebih. Karena jika lebih, aku takut akan terbawa arus perasaan yang makin lama makin besar, cukup besar untuk menghanyutkanku, menggelontorku hingga nyaris tenggelam, hingga aku tak ingat lagi ke arah mana aku harus kembali.

Aku mencintaimu, tapi tanpa embel-embel bujuk rayu, tanpa pesan dan ucapan norak itu, atau kalimat-kalimat sok perhatian itu. Entahlah, aku hanya merasa seharusnya cinta tidak sedangkal itu.

Aku mencintaimu, dalam sunyi rintik gerimis pagi hari, juga dalam asap di atas cangkir kopi, dan pada kata yang tumpah dalam puisi. Lihat dan dengarkan lagi lebih seksama, akan kautemukan cintaku, yang sedang berbisik menantimu.

Aku mencintaimu. Itu saja.

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: