catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

(Lagi-lagi Soal) Cinta: Catatan Untukku

on March 7, 2013

Adalah yang menyebalkan dari cinta. Saat ia tak lagi menerima hanya debar mendentam dalam dada. Saat ia tak lagi sabar hanya dengan menunggu kehadirannya. Saat ia mulai menuntut dan bertanya-tanya. Sedang apa dia? Di mana dia sekarang? Apa dia sedang memikirkanku juga? Dan membuat pikiran-pikiran itu memenuhi otak dan mengaburkan rasio. Membikin susah tidur dan tak enak makan. Bahkan sampai panas dingin jika sehari saja tak ada kabar darinya.
Ayolah, pula apa pentingnya jika kita tahu dia sedang apa dan di mana? Apakah akan ada yang berbeda? Apa hidup kita akan terpengaruh? Apa jalan hidup kita akan berubah seketika? Apakah nyawa kita akan terancam karenanya?

Saya jadi ingat guyonan yang sempat populer di jejaring sosial beberapa bulan lalu. Kalimat “Sayang, kamu jangan lupa makan, nanti mati.” itu mendadak menjadi tren. Kalimat itu seolah meledek para aktivis pacaran yang suka bersikap sok perhatian tapi ternyata dangkal. Bagaimana tidak dangkal, punya pasangan ataupun tidak, rasanya tidak ada seorang pun manusia yang akan lupa untuk makan, sebab makan adalah bagian dari naluri dan kebutuhan. Hal seperti itu tidak perlu diingatkan, kan? Cinta yang diciptakan Tuhan menjadi fitrah manusia, tentunya punya makna jauh lebih dalam dari itu.

***

Baru akhir-akhir ini saya mempelajari, hakikat cinta adalah melepaskan. Merelakan. Mengikhlaskan. Melepaskan hati dari pikiran yang membebani. Merelakan diri tidak terbelenggu oleh nafsu. Dan terutama, mengikhlaskan jika ternyata tidak balas dicintai, sebab dengan mencintainya saja, percikan kebahagiaan itu sesungguhnya sudah termiliki.

Meskipun, memang, jalan terbaik dari cinta adalah dengan mengungkapkannya. Mengungkapkannya di hadapannya, di hadapan wali, saksi dan penghulu, dan terutama di hadapan Tuhan. Itulah pembuktian cinta tertinggi, menikah dengannya, bukan dengan memikirkannya sepanjang siang dan malam saat belum tiba saatnya.

Thanks for reading!


2 responses to “(Lagi-lagi Soal) Cinta: Catatan Untukku

  1. Masya says:

    gak ada habisnya memang kalau ngomong soal cinta. Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: