catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Cinta (tidak) Buta

on April 4, 2013

Cinta itu tidak buta.

Tidak juga melumpuhkan logika.

Hanya manusianyalah yang seringkali membutakan dirinya sendiri, melumpuhkan logikanya sendiri, sehingga bisa menoleransi keburukan yang dilakukan oleh orang yang ia cintai.

“Hal seperti itu kurasa wajar saja..”

“Aku pasti bisa membuatnya berubah..”

“Keadaan ini, hanya sementara dan pasti segera membaik..”

Ia selalu menemukan alasan untuk bersikap mafhum. Meski pipinya sudah lebam oleh pasangannya yang ringan tangan. Meski hatinya sudah remuk redam oleh tingkah pasangannya yang doyan berkhianat. Meski harga dirinya sudah terpuruk hingga titik nol, terinjak-injak seperti sampah di jalanan berlumpur. Ia selalu menemukan cara untuk maklum.

Bahkan jika ada yang mencoba menasihatinya dengan berkata, “Kamu jangan menyakiti dirimu sendiri..”, ia masih bisa menyanggah.

“Jika tidak sakit, bukan cinta namanya..”

Ck.

Seharusnya, cinta bisa sejalan dengan akal. Cinta bisa memilih dan menentukan arah dengan akal. Cinta tidak perlu membelakangi, apalagi mematikan akal. Cinta yang sejati bisa membuat hati sekaligus pikiran bahagia. Pikiran yang sehat, yang tidak ternodai oleh perasaan sakit yang traumatis, atau perasaan yang terima-terima saja jika dirinya direndahkan, dan lain sebagainya.

Kita semua, berhak mendapatkan yang terbaik,

Hanya jika kita mau memperjuangkan yang terbaik untuk diri kita sendiri.

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: