catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Sajak Anak dan Ibu

on April 16, 2013

Ibu, perasaan apa ini? Baru kali ini kurasakan nyeri yang setajam ini.. Rasanya seperti ada yang mencerabut jantungku dari dalam.. Seperti ada yang menindih paru-paruku dengan batu.. Seperti ada yang menekan kepalaku, memukul-mukul pelipisku, memanaskan kelopak mataku hingga tak tahan rasanya, aku memeras kelenjar air mataku..

Begitulah, Nak, perasaan yang hadir saat orang yang kaucintai berada jauh dari genggaman. Saat jalannya, terasa mustahil terjangkaukan. Tak sanggup kaulawan, tak mampu kau mengelakkan.. Hanya karena cinta kaupendam dalam diam, bukan berarti ia tak nyata. Cinta tetaplah cinta, meski tersimpan dalam hati saja..

Ibu, aku ingin menangis.. Aku hanya ingin menangis hingga kering telaga air mataku.. Hingga habis oase harapanku.. Hingga tuntas menguras lautan mimpiku..

Menangislah, Nak, menangislah! Menangislah bahkan hingga air mata berubah jadi darah! Menangislah dengan seluruh daya yang kaumiliki. Sebab tangismu, sesungguhnya hanya berlaku hari ini. Tak boleh ada lagi air mata, untuk esok, lusa, dan seterusnya.

Ibu, apakah aku akan kuat? Sebab, rasa-rasanya, semua ini makin tak tertanggungkan.. Getir, Ibu, getir..

Tentu saja, Nak! Tentu saja kau akan kuat! Satu hal yang kau tak boleh alpa, Tuhan tidak akan memberimu ujian yang melemahkan, tanpa Dia turut serta membekalimu kekuatan. Yang perlu kau lakukan hanyalah percaya padaNya. Bukankah Dia selalu melakukan tugasnya dengan sempurna?

Tapi sampai kapan, Ibu? Sekarang saja, sudah terasa seperti selamanya..

Ada sesuatu yang bernama Waktu, Nak. Bersahabatlah dengannya. Ia akan membantumu melalui ini semua. Ia akan menyembuhkan lukamu. Pelan demi pelan, lapis demi lapis. Ia setia, tak pernah berkhianat.

Nak, ingatlah, seberat apapun kau didera, ingat, kau tak akan pernah sendiri. Kau punya Tuhan yang bisa kauandalkan. Kau punya Waktu yang dengannya kau karib berkawan. Dan, kau punya Ibu, Nak, Ibu yang tak pernah berhenti mengulur doa untukmu. Anak kesayangan Ibu. Punya Tuhan, Waktu, dan Ibu, Nak, tidakkah itu sudah lebih dari cukup?

***

Malang, 16042013

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: