catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Ikhlas

on April 17, 2013

Di bawah larik senja nun temaram
Di sibuknya perempatan jalan
Di tengah affrettando* alunan melodi lalu lintas

Aku terdiam dalam diam yang terdalam
Bersamamu, sebentuk kenangan
Yang berusaha kuenyahkan keras-keras

Aku bisa melihat diriku timbul tenggelam
Setengah hati menumpuk harapan
Maksudku, aku ingin bergegas-gegas

Tapi, malaikat menaburi lukaku dengan garam
Sebab takdir kita yang belumlah bersimpangan
Cintaku kian jingga terbias

Langit, senja, dan hujan berkoalisi
Dingin, merah dan basahnya membungkus rapi segala sisi
Sebentar lagi bulan akan ikut berpartisipasi
Menambah redup hatiku yang pucat pasi

Di seberang sana, sejujurnya
Di taman surga kuharap kita akan bersama
Bertelekan di atas permadani sutra**
Dikelilingi bunga-bunga, ditingkahi kicau burung gereja

Lihatlah, senja masih memburam
Meluncurlah semua memori yang melemahkan
Biar kuganti dengan sukma berhias ikhlas

Tak mudah, sungguh tak mudah
Tapi aku pasrah, aku berserah
Meredam cinta dengan amarah
Hanya akan menyalinkan masalah

Kini, tibalah sang malam
Membawa janji-janji menenangkan
Aku tak bisa membuangmu dari ingatan, itu jelas.

Tapi aku ikhlas.

*Terburu-buru, bergegas maju
**QS Ar Rahmaan 54

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: