catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Pecandu Rindu

on May 2, 2013

Diam!

Biar hanya jantungku yang bergemuruh hebat

Membawa tsunami ke dalam

Aliran darahku yang menggelegak

Kujaga susah payah agar tetap di tempatnya

Sabar!

Meski ngilu mulai menggigit-gigit

Siap merobek celah sendi yang lengah

Buas menerkam pilar-pilar kesadaran

Kucengkeram erat tongkat pengendali

Tenang!

Mulailah membayang sang syahdu

Mulailah aku bersahabat dengan gemuruh, gelegak, dan cengkeram itu

Bahkan kugantungkan tali hidupku pada suasana yang menghidupkanku

Saat itulah,

Aku resmi menjadi pecandu rindu

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: