catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Melupa Ingat

on May 26, 2013

Berat. Berat sekali rasanya jika kita sedang berusaha melupakan seseorang, atau sesuatu. Seperti nyaris selalu gagal setiap saat. Seperti ada saja hal-hal yang muncul tak sengaja, lalu membuat proses melupakan itu menjadi sia-sia. Semua benda sudah dibuang, dibakar atau dikembalikan, dengan harapan kenangan yang menyertainya ikut musnah, tapi ternyata tidak. Kenangan itu dengan mudah dan cepatnya selalu kembali kepada pemiliknya.

Selama ini kita mungkin terbiasa melupakan seseorang, atau sesuatu, dengan menanamkan kalimat “Jangan diingat-ingat lagi!” keras-keras dalam pikiran. Tapi hasilnya, malah cuma seseorang, atau sesuatu itu yang muncul di otak. Kita halau jauh-jauh, bayangan seseorang, atau sesuatu itu malah makin rutin menyambangi kita. Tak cukup saat terjaga, kadang datang pula ke alam mimpi malah. Bangun tidur tiba-tiba jadi nyesek. Makin dilupa, kita justru makin ingat. Seperti reranting pohon, makin dipangkas, daunnya malah tumbuh makin lebat.

Dalam ilmu psikiatri, manusia memiliki mekanisme dalam menghadapi stres atau ancaman. Dalam hal ini stresornya adalah kenangan. Mekanisme ini disebut mekanisme pembelaan ego, biasa disingkat MPE. Ada banyak macamnya dan tiap jenisnya bisa menjadi prekursor untuk gangguan jiwa tertentu, kalau stresornya tidak tertangani sempurna. Nah, kalau seperti yang dicontohkan di atas, itu menggunakan MPE represi.

Represi, secara teknis adalah menekan pikiran alam sadar ke dalam alam bawah sadar. Ibarat ruang tertutup, alam bawah sadar ini menyimpan banyak hal dan memengaruhi banyak hal pula seperti pola pikir dan perilaku. Pintunya terkunci, dan baru bisa terbuka jika ada pemicu. Alam bawah sadar ini sangat powerful. Konon katanya, alam bawah sadar tiga ribu kali lebih powerful daripada alam sadar.

Jadinya, melupakan seseorang, atau sesuatu dengan tidak mau mengingatnya sama sekali itu percuma. Karena bukannya hilang, ingatan itu malah masuk makin dalam. Bila pemicunya hadir, bukannya lupa, malah makin ingat.

Sebenarnya, cara terbaik melupakan seseorang, atau sesuatu, adalah justru dengan mengingatnya. Membiarkannya tetap berada di alam sadar. Tidak mengusirnya cepat-cepat ketika kenangan itu datang. Alam sadar punya kapasitas tertentu dalam memuat ingatan, dan dalam alam sadar, ingatan-ingatan itu, makin berjalan waktu pun makin pudar. Makin banyak ingatan baru, makin ingatan lama terpinggirkan.

Asal kita tidak dengan sengaja dan terus-menerus mengingat seseorang, atau sesuatu, kita akan lupa. Begitu saja tanpa memaksa. Seiring waktu dan kesibukan pikiran akan hal-hal baru, ingatan itu akan menipis sendiri tanpa kita perintahkan. Lalu tibalah masanya, saat kita bisa mengingat seseorang, atau sesuatu itu dengan ringan dan tenang, karena kita tak lagi dibebani oleh mekanisme pembelaan ego apapun. Itu, yang disebut penerimaan.

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: