catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Harapan dan Pemahaman

on June 6, 2013

Mengapa kita harus melepaskan?
Karena sejatinya, di dalam kefanaan, tak ada satu pun yang benar-benar kita miliki. Bahkan jika itu, perasaan kita.

Mengapa kita harus mengikhlaskan?
Karena hanya dengan begitulah, kita akan merasa ringan, tanpa beban. Bahkan jika itu, hati kita.

Mengapa kita harus berserah?
Karena inti dari semua ritus ibadah kita, gerak-gerik kita, sebenarnya berporos pada satu inti, dan hanya kepadanya semua ini kembali. Bahkan jika itu, nyawa kita.

Berharap, tentu boleh.

Harus, malah.

Namun pengharapan yang hanya ditujukan kepada yang maha menggenggam segala harapan itu, harus selalu dirangkai dengan frasa lain, yaitu pemahaman baik. Pemahaman baik ini seringnya mengambil banyak rupa. Ia bisa berupa kesabaran, pikiran positif, keyakinan, dan atau kepasrahan. Sesuatu yang hanya dapat diraih dengan berlatih, dan mungkin butuh waktu tak sebentar untuk belajar. Tapi jika teknik penguasaan sudah di tangan, maka tak ada lagi istilah berputus asa dari kasih sayangNya.

Jadi, jangan pernah takut berharap, jangan pernah berhenti berusaha, sebagai hamba yang selalu yakin akan kekuatan dariNya. Tapi selalu gandengkan harapan dan usaha itu, dengan kepasrahan dan keberlepasan, sebagai hamba yang tak punya daya selain dariNya. Agar kita tak punya pemikiran yang salah, apalagi cuma setengah-setengah.

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: