catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Jawaban yang Teramat Jelas

on July 12, 2013

Pagi ini, ketika sedang membuka Alquran, ada sebuah ayat yang cukup membuat saya terhenyak. Terhenyak karena ayat ini seolah adalah jawaban dari kegelisahan saya. Al Hadid ayat 22 dan 23 seperti telah menyiramkan air es ke atas kepala saya dan mendadak saya tersadar.

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

Allah. Betapa keliru saya memaknai cobaan yang menimpa saya selama ini. Dan betapa salah saya menyikapinya. Saya lihat lagi ayat di atas. Apa yang telah menimpa saya, dan semua manusia, telah tertulis dalam kitabNya yang nyata. Artinya, kita sebenarnya hanya menjalaninya saja. Lantas, kenapa harus galau dan sedih, bahkan merasa tidak dipedulikanNya? *istighfar* Apalagi kalau dikaitkan dengan ayat Allah yang lain, ArRahmaan ayat 26. “Semua yang ada di bumi akan binasa.”

Ujian, cobaan, musibah, apapun namanya, tidak ada yang abadi. Pasti nanti akan berakhir juga. Dan, begitu juga dengan kegembiraan dan kemudahan. Makanya, lewat ayat di atas Allah seolah bilang ke kita, nggak usahlah keterlaluan sedihnya atau gembiranya. Wong nggak abadi ini. Lagian, kalian para manusia cuma ngejalanin aja, nggak usah rempong deh!😀

Eh, maaf ya kalau saya kesannya “mengecilkan” bahasa Allah. Saya cuma ingin menyederhanakan saja. Menyederhanakan kata, biar pemahaman lebih punya makna. Menyederhanakan pemikiran, karena manusia biasanya lebih sering mikir ribetnya dan rumitnya. Padahal hakikat hidup ini sebenarnya sederhana. Ikhlas, syukur, tawakkal. Cuma tiga itu saja kuncinya. Tentunya menjalaninya dengan bekal full usaha dan doa, sebab takdir, meski sudah ditulis di Lauhul Mahfuzh, tapi masih bisa diubah oleh Allah. Dzat yang Maha Berkehendak, dan Maha Mengabulkan🙂

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: