catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Banyak Jalan Menuju Akhirat

on July 29, 2013

Pernah ada suatu masa, dan itu relatif cukup lama, di mana terdapat kesalahan dalam pola berpikirku. Saat melihat teman yang menikah, hati kontan berbisik, “Senangnya dia, bisa meraih pahala yang setara separuh agama. Kapan ya, aku bisa seperti dia?” Saat menjenguk kerabat yang baru saja melahirkan, batin segera bersuara, “Bahagianya dia, beroleh pahala selevel jihad di jalanNya. Kapan ya, aku bisa seperti dia?” Hal itu membuatku merasa sulit bagiku untuk menambah amal-amalku. Aku merasa mustahil meraih surgaNya jika aku belum jua menikah.

Ramadhan tahun ini telah mengubah hidupku. Merontokkan demi membangun kembali fondasi pemikiranku. Melalui sebuah momen aku disadarkan. Bahwa Allah Maha Adil. Bahwa Allah menyediakan surga untuk semua hambaNya yang beriman tanpa terkecuali. Baik itu dia menikah, punya anak atau stay single. Laki-laki atau perempuan. Tua atau muda. Dewasa atau remaja. Bukankah banyak pula pernikahan yang tidak membawa ketenangan dan kedekatan padaNya, malah sebaliknya. Bukankah banyak yang justru lalai dari Tuhannya setelah berumah tangga. Bukankah Rasulullah pernah bercerita tentang wanita-wanita penghuni neraka, yaitu istri-istri yang tidak taat kepada suami, dan malah melupakan kebaikan-kebaikan suaminya.

Sekarang, daripada gundah karena iri dengan mereka yang bisa menyabet pahala melalui pernikahan, aku memilih untuk terus memperbarui niat. Bahwa hidup kita di dunia ini, hanya untukNya. Pilihan yang kita ambil, itu karenaNya. Jalan yang kita tempuh, itu demi ridhaNya. Maka, bukan lagi sendiri atau berpasangannya yang penting, tapi untuk, karena dan demi siapakah semua itu?

Yang jelas, kita telah diperintahkan untuk berlomba berbuat kebaikan. Berita baiknya, bumi Allah ini luas. Setiap jengkal dan hastanya bisa kita jadikan peluang untuk mengabdi. Ibarat transportasi, banyak kendaraan yang bisa dipakai menuju akhirat. Aku mungkin belum bisa menaiki biduk pernikahan, tapi bukankah aku bisa menggunakan pesawat sedekah, kapal shaum, kereta Alquran, bis shalawat, mobil menuntut dan mengajarkan ilmu, motor kalimat thayyibah, atau sepeda sabar dan syukur? Dan bukankah kita tidak pernah tahu, perbuatan yang manakah, yang kecil atau yang besar, yang remeh atau yang berpengaruh, yang akan memuluskan kita ke surga, atau malah menjerumuskan kita ke neraka?

Allah, sesungguhnya Engkau menghendaki kemudahan bagi kami dan tidak menghendaki kesukaran bagi kami, maka mohon mudahkanlah kami untuk menikmati surgaMu nanti. Aamiin.

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: