catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Catatan Kecil dari Si Bodoh

on September 15, 2013

Jika kita tidak bisa atau tidak mau membicarakan sesuatu yang pernah menyakiti kita, apakah itu artinya kita belum move on dari sesuatu itu?

Pertanyaan ini mendadak muncul dan terus terekat dalam benak saya. Semakin dalam saya memikirkan jawabannya, semakin saya mengaku bahwa saya tidak tahu. Ah. Saya memang bodoh jika harus bicara tentang rasa. Tentang hati dan suka duka yang mewarnainya. Jika saya merasa, saya hanya bisa jujur mengenainya.

Pertanyaan itu juga muncul karena kejujuran saya dalam mengevaluasi perasaan. Mungkin rasa sakit itu kini tersamar, tapi saya tidak yakin bahwa ia akan sepenuhnya hilang dari ingatan. Tak lagi dirasa mungkin iya, tapi sensasi saat sakit itu melanda tak mungkin rasanya saya lupa.

Ketika rasa sakit itu diungkit, ada bagian dari diri saya yang tidak suka. Separuh karena mungkin ada sedikit sisa-sisa trauma, separuh karena apalah gunanya membicarakan luka masa lalu?

Menurut nalar awam saya, move on bukan berarti melupa. Move on hanya bermakna, kenangan itu kini tak lagi berarti apa-apa. Tapi move on juga bukan upaya yang sehari jadi. Perlu proses yang boleh jadi memakan waktu lama dan menuntut daya tahan. Membahasnya, menurut saya hanya akan memperpanjang proses itu, padahal daya tahan saya mungkin belum teruji menghadapinya.

Maka, untuk pertanyaan di awal, bolehkah saya sedikit memapar. Satu, titik berat pertanyaan itu mungkin bukan bisa atau tidak bisa, mau atau tidak mau, tapi, untuk apa? Jika ini soal sakit, maka untuk apa? Untuk mempercepat ataukah memperlambat sembuhnya? Dua, bahwa move on bukanlah patokan atas sebuah hasil, melainkan proses. Bukan tujuan melainkan perjalanan. Perjalanan yang bisa saja lancar mulus tanpa halangan, atau malah tersendat karena sarana terhambat. Apapun itu, segala sesuatu yang tak bermanfaat dan hanya menjadi beban, mungkin memang sudah selayaknya dibereskan.

Saya tak punya ide lagi untuk mengakhiri racauan kacau saya pagi ini, yang jadi bukti bodoh dan awamnya saya jika menyangkut perasaan. Bahkan untuk memberi judul tulisan ini saja, saya bingung dan ragu. Jika ada seorang yang ahli dan menguasai benar bidang ini, sungguh saya ingin berguru padanya.

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: