catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Kenapa Aku Masih Jomblo, Yaa?

on September 25, 2013

Kalau baca judulnya, sebagian mungkin udah males duluan (mudah-mudahan cuma sebagian sih, hehe). Mungkin juga pada mikir, bosen ah, lagi-lagi bahas soal itu. Ya, abis gimana dong. Sebagai seorang yang mengalaminya, rasa-rasanya aku tahu suka-dukanya jadi jomblo. Banyak sukanya, kok. Kendati banyak di-bully di media sosial tiap Sabtu malam, jadi jomblo tetap enak bagiku. Tapi yang namanya dalam masa penantian sebelum bertemu jodoh, yang berbeda-beda durasinya tiap orang, sedikit banyak kejombloan akan membuat seseorang bertanya-tanya. Apa sih, yang bikin aku lama menjomblo? Kenapa? Apa yang salah dari diriku ini?

Oke. Katakanlah yang dibicarakan di sini adalah jomblo yang secara fisik dan umur sudah layak menikah dan secara hukum diperbolehkan. Kalau kata BKKBN, usia yang tepat untuk menikah adalah 21 tahun untuk cewek, dan 25 tahun untuk cowok. Umurku nyaris 27 tahun, itu artinya aku “surplus” hampir enam tahun. Yang lain ada yang 15 tahun surplusnya, 19 tahun atau bahkan lebih. Apakah gerangan sebab dari semua ini? Mungkin..

1. Masih fokus di bidang lain
Mungkin sang jomblo terlalu sibuk mengejar cita-cita, karir, target, pendidikan dan segala tolok ukur kesuksesan lainnya. Terlalu sering menghabiskan waktu bekerja keras hingga lupa memikirkan soal jodoh. Ternyata waktu berlalu begitu cepat, dan tanpa dia sadari teman sekelasnya waktu kuliah dulu udah punya anak dua.

2. Kriteria tinggi
Yah, penginnya sih dapet suami yang mapan, tetap berpenghasilan, pinter, berpendidikan tinggi, ganteng, atletis, setia, penyayang, pengertian, sabar, rajin ibadah, hafal Quran.. Maunya punya istri yang secantik bidadari, rajin ngaji, anggun kayak puteri, jago masak seperti koki, nggak ngabisin duit suami.. Dan syarat lainnya yang berderet.

Bukannya nggak boleh pasang kriteria. Malah harus kalau menyangkut soal akhlak dan ibadah. Tapi kalau selain itu, yang namanya manusia pasti punya kekurangan. Dan kekurangan itu sebenarnya bisa dihilangkan atau diminimalisir asal kita menghargai proses. Kalau menunggu yang sempurna di segala sisi, itu sih bukan lama lagi, tapi alamat nggak bakal dipertemukan dengan yang kayak gitu di dunia. Soalnya emang nggak ada!

3. Merasa belum siap
Nikah itu nggak gampang loh. Perlu kerja keras dari dua orang untuk membuatnya berhasil. Sementara cuma perlu satu orang untuk membuatnya gagal. Hehe. Apalagi punya anak. Mendidik anak jaman sekarang susahnya bukan main. Dunia makin keras dan kejam, mau jadi apa anakku nanti?

Memang betul, nikah itu nggak gampang. Makanya perlu ilmu, gimana jadi suami-istri dan ayah-ibu yang baik. Ilmu wajib dipelajari, lantas dijadikan bekal berumah tangga. Kalau sudah cukup ilmu tapi masih ragu, hati-hati, itu mungkin hasutan syaithan. Lagian, kalau ditanya siap atau nggak, kayaknya seumur hidup kita nggak akan siap, sama seperti jika kita ditanya, udah siap mati belum? Yang penting, jangan sampai kekhawatiran kita atas sesuatu yang belum terjadi membuat kita enggan menikah. Menikah adalah anjuran Tuhan, maka yakinlah bahwa Tuhan pasti memudahkan jika kita berniat memenuhi anjuranNya.

4. Jomblo sebagai bentuk ujian
“Kalau nomor 1, 2, 3 kayaknya aku nggak gitu deh..” Berarti mungkin kamu masuk di nomor 4. Kamu udah cukup umur, cukup ilmu, cukup ikhtiar, dan nggak panjang angan. Tapi kenapa dia belum datang juga? Nyadar nggak sih kalau ditungguin? #eh

Yaa.. mungkin di sinilah kamu diuji. Semua manusia pasti diuji, iya kan? Orang lain diuji dengan suami, istri atau anaknya, kamu diuji dengan kesendirianmu. Bisakah dengan ujian ini kamu tetap bersabar? Tetap berprasangka baik? Tetap bersyukur? Tetap istiqamah beribadah? Tetap berdoa dan berusaha? Yakin aja deh, Tuhan nggak pernah zhalim pada hambaNya. Dan skenario Tuhan pasti lebih baik dari rencana buatan manusia. Bukan kapan dan bagaimana kamu bertemu jodohmu yang perlu dirisaukan, tapi sedang apakah kamu saat skenario itu akhirnya terjadi? Sedang berpegang teguh dalam taat atau justru sedang berkubang maksiat? Karena jodohmu tak lain adalah cerminan dirimu..

Begitu deh kira-kira analisisku. Mungkin nggak akurat, karena nggak berdasar pada literatur manapun, melainkan cuma kumpulan hasil pengolahan informasi dari panca indera, yang membentuk persepsi. Dibaca aja udah alhamdulillah, syukur-syukur kalau dirasa benar dan membantu para jomblo dalam berintrospeksi. Mari mengevaluasi diri sambil tetep be happy. Sekian🙂

Thanks for reading!


4 responses to “Kenapa Aku Masih Jomblo, Yaa?

  1. windaseptarini says:

    Ayo ta kenalin temenku.. he he he *mak comblang mode on*

  2. anasjoy says:

    Reblogged this on Anasjoy.

  3. anasjoy says:

    nomer tiga saya banget hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: