catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Mother’s Day

on December 22, 2013

Hari ini hari Ibu. Seperti biasa, status, tweet, kisah, cerita tentang kasih ibu bertebaran di linimasa. Wajar, karena inilah bentuk penghormatan kita pada sosok yang telah melalui perjuangan hidup dan mati saat melahirkan kita, lalu merawat dan menanamkan kesiapan pada kita untuk menghadapi hidup. Semua ibu melakukannya tanpa pamrih.

Tunggu dulu. Tanpa pamrih? Benarkah? Mari kita tengok lagi, apakah kita benar-benar telah tanpa pamrih mencintai anak-anak kita?

Saat anak kita yang masih kecil rewel dan tak mau makan apa yang sudah kita siapkan untuknya, tak pernahkah gerutu “Ah, adek, kenapa nggak mau makan sih, mama kan udah susah payah masakin buat adek!” keluar dari mulut kita?

Saat nilainya di sekolah menurun, tak pernahkah kita serta-merta memberi ‘stempel buruk’ di dahinya dengan berkata, “Ya gini nih kalo kamu males belajar!” dan enggan mempertanyakan lagi, masalah apa sebenarnya yang sedang dihadapi anak kita?

Saat prestasinya di kelas tak sebaik teman-temannya, tak pernahkah kita lantas terburu membuat perbandingan, “Kok kamu kalah pinter sih sama temen-temen kamu?”

Saat ia telah dewasa dan tenggelam dalam kesibukannya lalu sesaat seperti melupakan kita, sontak kita kesal dan kehilangan kesabaran. “Kamu lupa ya, apa aja udah mama kasih buat kamu, dari kecil sampai besar begini!”

Saat anak kita terkapar dalam kelelahan, hingga alpa akan hari penting kita, lalu kecewalah kita. Gerutu-gerutu kecil terlontar, yang membuat suasana rumah makin tidak nyaman.

Tak pernahkah?

Saya rasa, tak ada satu anak pun di dunia ini yang meragukan kasih sayang ibunya. Tak ada satu anak pun yang menyangsikan pengorbanan dan perjuangan bunda demi dia. Saya pun yakin, tak ada seorang anak pun yang tak ingin membalas jasa ibunya meski kita semua tahu, jasa ibu tak terbalaskan sampai kapan pun.

Cinta anak tak akan pernah sesempurna cinta ibu.

Sebaliknya, cinta ibu sudah sempurna sejak awal hingga pamrih hanya akan membuatnya cacat. Posisi ibu istimewa di sisi Allah karena dua hal; keikhlasan dan kesabaran. Seorang anak akan terus menerus “bersalah” pada ibunya karena membuatnya kesakitan selama sembilan bulan, apalagi saat dilahirkan. Karena membuat ibunya harus susah payah mencukupkan nafkah untuk memenuhi kebutuhannya yang tidak sedikit. Karena ia membutuhkan lingkungan positif yang kadang sulit dipenuhi, untuk tumbuh dan berkembang dengan sehat. Karena kemampuannya yang terkadang tak terasah sempurna. Karena nafkah yang diberikannya takkan pernah setimpal. Meski ia sesungguhnya tak pernah meminta untuk diciptakan dan dilahirkan.

Apakah “kesalahan” itu harus diperbesar dengan terus dibicarakan?

Pamrih yang diungkit, label yang disematkan, kesal yang diumbar, kebaikan yang terus disebut-sebut, dan perbandingan-perbandingan itu, tak akan menghasilkan apa-apa. Kalau seorang ibu bersikap demikian untuk membuat anaknya merasa bersalah, maka sesungguhnya ia telah berhasil melakukannya. Pertanyaannya, apakah rasa bersalah itu berguna? Bisa iya, tapi kebanyakan tidak. Rasa bersalah adalah salah satu emosi negatif yang dapat menstimulasi emosi negatif lainnya seperti rendah diri, minder, merasa tidak cukup baik, merasa tidak cukup berharga untuk hidup dan berkontribusi di dunia. Perasaan itu jelas berpengaruh ke dalam caranya memandang diri sendiri dan mengambil sikap.

Di hari Ibu, biasanya para Ibu dimanjakan. Punya banyak waktu luang yang biasanya langka didapatkan. Mungkin, ada baiknya waktu langka itu dipakai untuk merenung, sudahkah aku menjadi ibu yang ikhlas dan sabar untuk anakku? Sudahkah sifat pamrih dan riya’ hilang dari hatiku? Sudahkah kujaga dengan sebaik-baik penjagaan, amanah besar dari Tuhanku ini? Sudahkah semua pengorbananku kulandaskan hanya demi surgaNya hingga tak perlu kesal jika tak ada balasan bagiku di dunia?

Selamat Hari Ibu.

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: