catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Bye, Bracket!

on February 11, 2014

Sudah tiga tahun ini ada sebuah benda yang telah begitu dekat dengan saya. Menemani hari-hari saya. Menjadi bagian dari hidup saya. Dialah saksi bisu naik turun dan datarnya perjalanan saya. Tersembunyi dan hanya nampak bila saya menampakkannya. Kesetiaannya telah teruji, meski berkali-kali saya tersakiti olehnya. Benda itu adalaaaah…

bracket alias kawat gigi.

Setelah tiga tahun berjuang menggeser geligi saya yang awalnya melenceng tak keruan, menariknya tanpa peduli ngilu yang saya tanggung, menusuk mukosa pipi saya hingga sariawan di sana-sini, membuat saya harus betah lapar selama beberapa hari karena cuma makan bubur dan oatmeal, saatnya
perjuangannya mendekati akhir.Tugasnya hampir paripurna. Dan bisa dibilang bracket ini telah cukup berhasil melaksanakan tugasnya. Gigi saya sudah berbaris rapi menempati posisi masing-masing, tak ada lagi yang saling berdesakan, tak ada lagi yang maju menantang.

Kenapa begitu lama, tiga tahun? Yah, kalau ini sih lebih ke masalah teknis saja. Saya tinggal dan kerja di Malang, dan dokter gigi saya di Jakarta. Kakak sendiri, hehe. Jadi saat bracket ini terpasang saya dihadapkan pada dua pilihan, pindah ke dokter gigi di Malang, membayar biaya pindah perawatan dan kontrol setiap bulan dan biaya lain-lain. Atau, tetap gratis tapi harus merogoh kocek untuk akomodasi ke Jakarta. Saya pilih yang kedua. Sebab walau saya pilih yang pertama, saya tetap harus ke Jakarta kan kalau mau mengobati kangen keponakan? Jadi, ya, saya pilih ke Jakarta – Malang PP tiap tiga bulan sekali (karena kalau tiap sebulan sekali sungkan juga sama kantor, plus rawan bikin kantong jebol pula), kontrol bracket sekaligus silaturrahim. Intinya sih karena nggak mau rugi aja. Hehehe. Karena kontrol yang harusnya per bulan menjadi per tiga bulan itulah, maka durasi perawatan gigi saya jadi lebih lama dari yang seharusnya.

InsyaAllah akhir Februari 2014 ini, bracket ini akan pensiun, dan tugasnya digantikan oleh retainer. Tugas si retainer ini mempertahankan posisi yang telah dicapai si bracket selama beberapa bulan, agar tidak terjadi relaps. Tanpa retainer, gigi yang sudah terbentuk bisa-bisa kembali ke posisinya semula dan malah bisa jadi lebih berantakan dari sebelum pakai bracket. Sayang, kan? Maka, pakai retainer harus istiqomah. Disiplin. Enam bulan pertama retainer harus dipakai 24/7 dan dilepas hanya saat sikat gigi. Setelah enam bulan, baru bisa dilepas lebih lama, secara bertahap tentunya.

Sayangnya saya nggak pernah mendokumentasikan transformasi gigi saya dari sebelum, selama dan sesudah pakai bracket. Awal pakai bracket dulu, ponsel saya belum canggih (ada kameranya sih tapi  yaa.. gitu deh), jadi nggak difoto. Beberapa bulan setelahnya, saya udah punya ponsel yang kameranya lumayan. Sempat mendokumentasi beberapa, tapi nggak di backup, lalu saat SD card-nya error dan harus diformat, ya musnahlah sudah.

Dan sekarang, saat akan berpisah dengan bracket, saya mulai merasa grogi. Setelah bracket ini lepas, tidak ada lagi yang menyangga gigi saya. Gigi saya harus belajar mandiri. Bisa nggak ya mereka nggak bergerak ke sana kemari, setelah bracket (dan retainer) tak lagi mengikat mereka? Dengan kata lain, keberhasilan perawatan gigi saya ini, bisakah berlangsung selama mungkin? Jangan-jangan, suatu hari nanti saya harus pakai bracket lagi karena gigi saya malah makin berantakan.

Mudah-mudahan nggak deh. Doakan, ya?🙂

Lepas dari bracket ini, setelah sekian lama, ada sedikit rasa kehilangan. Saya sudah menganggap diri saya lebay karena ini. Tapi saya yakin, setelah tiga tahun pakai bracket, pasti rasanya aneh tanpa bracket.. Lucu, ya? Ternyata kita bisa juga merasa bergantung pada sesuatu yang tadinya tak kita anggap penting, sebab ia telah menjadi bagian dari  kita sekian lama dan perlahan mengubah diri kita, meski tanpa kita menyadarinya. Meski kadang menyakiti, tapi tak kita permasalahkan, karena manfaat yang pernah ia beri, lebih berarti..

Anyway, nanti kalau saya sudah benar-benar lepas bracket dan mulai pakai retainer, akan saya update lagi di blog insyaAllah. Stay tune! (kayak ada yang mau baca aja, hahaha)😀

Thanks for reading!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: