catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Yang Sesungguhnya

on November 14, 2014

Sering kamu bertanya, “ada apa?”, dan kujawab tidak ada
Bukan karena aku tak percaya padamu
Tapi separuh masalahku telah terlupakan saat mendengar suaramu

Sering kamu berkata, “bicaralah..”, dan aku hanya diam saja
Bukan karena aku tak mau bicara denganmu
Tapi semua topik itu tak pernah lebih penting dari kehadiranmu

Sering kamu berucap manis dan rayu, dan aku hanya mengelak malu
Bukan karena aku tak suka
Tapi karena hatiku belum terbiasakan dimanja

Banyak kata yang tak tersuarakan
Banyak kisah yang tak terbagikan
Tapi kuharap kamu semufakat
Tak masalah selama masih lebih banyak doa dari tangan kita yang terangkat

Toh, jika Tuhan mengizinkan
Kita punya waktu seumur hidup
Untuk bertukar kata dan berbagi cerita

Itu saja yang sesungguhnya
Selebihnya, biarkan kukutip sebaris puisi
Dari seorang maestro bernama Tuan Sapardi

Aku mencintaimu. Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: