catatan kecil

buah pikiran, yang menunggu untuk dituliskan

Perjalanan yang Berliku

on December 24, 2014

Pernahkah kamu menyadari, bahwa kejanggalan-kejanggalan yang kamu rasakan, itu adalah bisikan syetan? Kita tahu, syetan benci dengan pernikahan, dan suka dengan perzinahan. Jika ada dua orang yang berazzam untuk menikah, maka syetan akan melancarkan serangan agar salah satu atau kedua pihak merasa ragu dengan pernikahan yang sudah direncanakan tersebut. Itu juga, mungkin, yang mendasari kenapa pernikahan adalah salah satu hal yang perlu untuk disegerakan. Karena jika tidak, syetan akan punya semakin banyak waktu untuk menggagalkan pernikahan itu.


Benarkah, jika kukatakan, bahwa salah satu bentuk ujian dari Allah adalah berupa godaan syetan? Dan benarkah pula, jika kukatakan, bahwa syetan membuat ajakannya terasa indah, terasa mudah dan terasa benar, meski kenyataannya sebaliknya? Maka, masihkah kita bisa menjadikan sulit atau mudahnya, janggal atau tidaknya perjalanan yang kita lalui, sebagai patokan bahwa Allah tidak meridhoi? Sebagai pertanda bahwa kita harus berhenti?


Tentu saja tidak. Karena jika iya, maka seharusnya dulu Muhammad berhenti mendakwahkan Islam. Sebab jalan yang beliau lalui amat terjal; dibenci, dimusuhi, diludahi, diteriaki orang gila, dilempari batu, disiram kotoran, sampai diancam hendak dibunuh. Jika benar begitu, bukankah Muhammad punya banyak alasan untuk berhenti?


Lalu, jika saat itu Muhammad memutuskan untuk berhenti, karena jalannya yang penuh kesulitan dan nyaris tak tertanggungkan, apakah kita akan bisa menikmati cahaya Islam saat ini?


Jika jalan yang kita pilih adalah jalan Muhammad, dan jalan para nabi terdahulu, maka jauhkan pikiran bahwa jalan itu akan mulus dan penuh bunga. Sebaliknya, siapkan diri untuk menghadapi jalanan berbatu, berliku, naik dan turun dengan curamnya. Tapi, kita tak akan sedih, tak akan gundah, apalagi putus asa, jika mengingat bahwa:


“Ridha Allah tak terletak pada sulit atau mudahnya, mulus atau tidaknya perjalanan kita, tapi terletak pada: apakah kita menaati Allah selama perjalanan itu?”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: